TutupJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!
Showing posts with label Ki Hajar Dewantara. Show all posts
Showing posts with label Ki Hajar Dewantara. Show all posts

Thursday, May 3, 2012

Andai Aku Seorang Belanda


Als Ik Eens Nederlander Was
(Andai Aku Seorang Belanda)



Dalam surat-surat kabar, kini secar ramai-ramai dianjur-anjurkan, supaya diadakan peryaan hindia belanda ini, perayaan kemerdekaan Nederland seratus tahun. Rupa-rupanya segenap penduduk negeri ini diharuskan mengetahuinya, bahwa tepat dalam bulan November y.a.d. ini, Nederland menjadi kerajaan kembali dan rakyatnya menjadi bangsa lain yang merdeka dan berdaulat, sekalipun dalam barisan Negara-negara yang merdeka berdiri paling belakang.
Dipandang dari sudut pengertian yang layak, memang dapatlah orang membenarkan hajat merayakan peristiwa nasional yang tersebut itu. Bukanlah sudah sepatutnya kita menghargai kecintaan dan penghormatan orang-orang Belanda terhadap negerinya sendiri, dengan pahlawan-pahlawannya?! Peringatan-peringatan yang dimaksud itu adalah wujud rasa kebangsaan, bahwa satu abad yang lalu Nederland berhasil melamparkan penjajahan asing dan menjadi suatu bangsa sendiri.

Sunday, January 15, 2012

Biografi Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara) adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dan meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun, ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.


Masa muda dan awal karier
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.